Skrining Pemeriksaan Gula Darah, Kolesterol dan Asam Urat pada Anggota Yayasan Jantung Indonesia Cabang Papua
Abstract
Non-communicable diseases (NCDs) such as diabetes, hypercholesterolemia, and hyperuricemia pose a significant public health threat in Papua, with diabetes prevalence in Jayapura reaching 13.5% and elevated cholesterol levels at 33.9%. The lack of early detection data and limited access to healthcare services highlight the urgent need for preventive screening and health education. This activity aimed to identify metabolic risk factors blood glucose, cholesterol, and uric acid levels among the Papua Healthy Heart Foundation members. The implementation method included preparing calibrated equipment and conducting screening activities on November 9, 2024. Screening results were analyzed based on sex and age group. Findings revealed that 20.9% of female and 50% of male participants had abnormal glucose levels, while 40.9% of women and 50% of men presented with elevated cholesterol. The prevalence of hyperuricemia was lower among men (16.7%) than among women (41.7%). Interestingly, individuals aged over 60 demonstrated better metabolic control than younger age groups. The study concludes that adults aged 40–60 represent the highest-risk population. Therefore, targeted nutritional education and regular health monitoring are essential to reduce the burden of NCDs. These findings provide a foundational basis for designing locally tailored intervention programs.
Downloads
References
Adimuntja, N. P. (2023). Determinants of Diabetes Mellitus Type-2 in Integrated Guidance Post for Non-Communicable Diseases Participants in Jayapura. Miracle Journal of Public Health, 6(1), 1-10.
American Heart Association. (2019). 2018 AHA/ACC guideline on the management of blood cholesterol: Executive summary. Circulation, 139(25), e1046–e1081. https://doi.org/10.1161/CIR.0000000000000624
Arnett, D. K., Blumenthal, R. S., Albert, M. A., et al. (2019). 2019 ACC/AHA guideline on the primary prevention of cardiovascular disease. Circulation, 140(11), e596–e646. https://doi.org/10.1161/CIR.0000000000000678
De Leonardis, F., Govoni, M., Colina, M., Bruschi, M., & Trotta, F. (2007). Elderly-onset gout: a review. Rheumatology international, 28(1), 1-6.
International Diabetes Federation. (2023). IDF diabetes atlas (10th ed.). Brussels, Belgium: International Diabetes Federation. https://diabetesatlas.org
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id
Oktavian, A., Salim, L., & Sandjaja, B. (2013). Sindroma metabolik di kota Jayapura. Buletin Penelitian Kesehatan, 41(4), 200-206.
Panduwati, D., Situmeang, S., Lubis, N., Ningsih, S., & Humaira, W. (2024). Gerakan Sehat Bersama: Pemeriksaan Gula Darah Untuk Menunjang 9 Pilar Transformasi Kesehatan. Lamahu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi, 3 (2), 135–140. In.
Ramadani, P., Amalia, A. S. S. N., & Paw, N. H. K. (2024). Incidence of Non-Communicable Diseases in Urban and Rural Areas of Indonesia. Journal of Health Economic and Policy Research (JHEPR), 2(2), 35-39.
Rusmini, Kurniasih, H., & Widiastuti, A. (2023). Prevalensi kejadian penyakit tidak menular (PTM). Jurnal Keperawatan Silampari(2), 1032-1039.
Sari, T., Lumintang, V. G., Sukianto, L. A., Edbert, B., Gunaidi, F. C., & Santoso, A. H. (2024). Kegiatan penapisan pemeriksaan kadar asam urat terhadap hiperurisemia pada populasi lanjut usia. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 201-206.
Tsao, C. W., Aday, A. W., Almarzooq, Z. I., et al. (2023). Heart disease and stroke statistics—2023 update: A report from the American Heart Association. Circulation, 147(8), e93–e621.https://doi.org/10.1161/CIR.0000000000001123
Visseren, F. L. J., Mach, F., Smulders, Y. M., et al. (2021). 2021 ESC guidelines on cardiovascular disease prevention in clinical practice. European Heart Journal, 42(34), 3227–3337. https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehab484
World Health Organization. (2023). Cardiovascular diseases (CVDs) fact sheet. Geneva: World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cardiovascular-diseases-(cvds)
World Health Organization. (2023). WHO guideline on the pharmacological treatment of hypertension in adults and cardiovascular risk management. Geneva: World Health Organization. https://www.who.int/publications
Copyright (c) 2026 Indra Taufik Sahli, Asrianto Asrianto, Risda Hartati, Fajar Bakti Kurniawan, Afika Herma Wardani, Rina Purwati, Leberina Kawaitow

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Copyright Notice
Pernyataan Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons CC BY-NC-SA 4.0.
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius sebagai yang pertama kali mempublikasikan dengan lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA-4.0).
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius.
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal Pengbadian Masyarakat Cendikia Jenius tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.
Lisensi :
Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius diterbitkan berdasarkan ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA 4.0). Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk :
Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun serta menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan, bahkan untuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.






















