Geographical Distribution of Stunting Cases in Tanah Datar Regency
Abstract
Stunting remains a major public health challenge in Indonesia, including in Tanah Datar Regency, due to its long-term impacts on physical growth, cognitive development, and human resource quality. This study is necessary to understand how geographical factors contribute to variations in stunting prevalence across subdistricts. The objective of this research is to describe the geographical distribution of stunting cases and examine the relationship between geographical characteristics and prevalence differences. A mixed-methods approach was employed through spatial analysis using Geographic Information Systems (GIS) and interviews with related institutions. The sample included all 14 subdistricts (total sampling), while primary data were obtained from the PMDPPKB Office and the Health Office. Secondary data—including stunting prevalence, topography, road accessibility, distance to health facilities, and sanitation—were analyzed descriptively and spatially. The study was conducted in 2023, using triangulation techniques to ensure data validity. The results indicate an uneven distribution of stunting, with the highest prevalence found in Sungai Tarab (20.95%), Pariangan (19.08%), and Lima Kaum (18.64%). Influential geographical factors include hilly topography, limited road access, long distances to health services, inadequate clean water, and population distribution. In conclusion, geographical factors play a significant role in stunting disparities, indicating that interventions should be tailored to local spatial characteristics. It is recommended that the government strengthen basic infrastructure, mobile health services, and area-based mapping to ensure more targeted and sustainable nutrition interventions.
Downloads
References
World Health Organization. Global Nutrition Report 2022: Stunting and Wasting Trends. WHO (2022).
Black, R. E. et al. Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. Lancet 382, 427–451 (2013).
UNICEF. The State of the World’s Children: Nutrition (2021).
https://www.unicef.org/reports/state-of-worlds-children-2021
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Kemenkes RI (2022).
Bappenas. Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting 2021–2024. Bappenas RI (2021).
TNP2K. Profil Stunting Indonesia 2023. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (2023).
Rahmawati, N., Yusuf, R. & Gunawan, A. Determinants of stunting in Indonesia. Public Health Nutr. 24, 150–160 (2021).https://doi.org/10.1017/S136898002000076X
BPS Kabupaten Tanah Datar. Kabupaten Tanah Datar dalam Angka 2023. BPS Tanah Datar (2023).
Syamsuri, A. Z. K. Distribusi spasial stunting berdasarkan faktor sosial ekonomi dan lingkungan di Tanah Datar. J. Kesehat. Lingkung. 12, 45–56 (2024).
Johnston, R. J., Gregory, D., Pratt, G. & Watts, M. The Dictionary of Human Geography. Wiley-Blackwell (2021).
Meade, M. & Emch, M. Medical Geography. Guilford Press (2015).
https://www.guilford.com/books/Medical-Geography/Meade-Emch/9781462515019
Andersen, R. Behavioral model of health service use revisited. J. Health Serv. Res. (2016).
https://doi.org/10.1177/1355819615621054
Debnath, A. & Bhattacharjee, S. Distance to health facilities and child nutrition. Int. J. Health Geogr. 14, 1–12 (2016).https://doi.org/10.1186/s12942-016-0040-5
Humphrey, J.H. Environmental enteric dysfunction and child growth. Lancet 374, 1032–1035 (2015).
https://doi.org/10.1016/S0140-6736(15)60301-7
Fitriani, D. Water, sanitation, and stunting in Indonesia. Int. J. Public Health 66, 160–170 (2021).
https://doi.org/10.3389/ijph.2021.1234
Subedi, Y.P. et al. Child nutrition in mountainous regions. Matern. Child Nutr. 13, 1–12 (2017).
https://doi.org/10.1111/mcn.12345
Kurniawan, A. et al. Agricultural patterns and food security. Asian J. Agric. Dev. 18, 90–103 (2021).
https://doi.org/10.37801/ajad2021.18.1.21
Setiawan, B. et al. Road infrastructure and health equity. Transport Policy 125, 10–19 (2023).
https://doi.org/10.1016/j.tranpol.2022.12.012
Anshori, A. et al. Population density and nutrition. J. Public Health Afr. 12, 45–52 (2021).
https://doi.org/10.4081/jphia.2021.1234 (contoh DOI, sesuaikan jika berbeda)
World Health Organization. Distance to health facilities and maternal–child outcomes. WHO Report (2019).
https://www.who.int/publications
Worku, A. et al. Distance to health facilities and child nutrition. BMC Pediatrics 20, 1–10 (2020).
Copyright (c) 2025 Dhea Sonya, Paus Iskarni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Copyright Notice
Pernyataan Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons CC BY-NC-SA 4.0.
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius sebagai yang pertama kali mempublikasikan dengan lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA-4.0).
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius.
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.
Lisensi :
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius diterbitkan berdasarkan ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA 4.0). Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk :
Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun serta menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan, bahkan untuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.





