Antibacterial Effectiveness of Beetroot (Beta vulgaris L.) Juice as an Alternative to Eosin for the Quality of Soil-Transmitted Helminth Egg Examination
Abstract
The 2% eosin reagent is commonly used in Soil Transmitted Helminth (STH) egg examination; however, its high cost, toxicity, and poor storage stability highlight the need for safer, natural-based alternatives. This study aimed to evaluate the effectiveness of beetroot (Beta vulgaris L.) juice as a substitute for eosin in staining STH eggs. A true experimental design with a post-test only control group was employed, consisting of six groups: one positive control (2% eosin) and five treatment groups using beetroot juice at concentrations of 40%, 50%, 60%, 80%, and 100%, with 11 preparations per group. Data collection was conducted through microscopic observation in July–August 2025 and analyzed using the Kruskal-Wallis test followed by the Mann-Whitney U post hoc test. The findings revealed significant differences in staining effectiveness (p = 0.027), with the 60% and 100% concentrations showing the best clarity and completeness of egg morphology. The study concludes that beetroot juice is an effective natural alternative to eosin. Further research is recommended to assess storage stability and explore other eco-friendly natural dyes.
Downloads
References
Lestari, D. L. Infeksi Soil Transmitted Helminths pada Anak. Sci. J. 1, 423–433 (2022).
WHO. Infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/soil-transmitted-helminth-infections (2023).
Kemenkes RI. Pengaruh Cacingan pada Kesehatan Anak. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1554/pengaruh-cacingan-pada-kesehatan-anak (2022).
Oktaviani, Nabela, Solikhah, Putri, M. & Rahmawati, Y. Perbedaan variasi kecepatan dan waktu sentrifugasi terhadap pemeriksaan telur cacing sth. J. Kesehat. Tambusai 5, 7432–7440 (2024).
Kartini, S. & Angelia, E. Utilization of Juice Beta vulgaris. L as an Alternative Reagent for Examination of Worm Eggs Ascaris lumbricoides. JPK J. Prot. Kesehat. 10, 20–25 (2021).
Daeli, B. A., Yulianti, F. & Rosmiati, K. Modifikasi Larutan Buah Bit (Beta vulgaris l.) sebagai Alternatif Pengganti Zat Warna Eosin 2% pada Pemeriksaan Telur Cacing STH (Soil Transmitted Helminths). Borneo J. Med. Lab. Technol. 3, 223–226 (2021).
Tukiran, Miranti, M. G., Dianawati, I. & Sabila, F. I. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Dan Buah Bit (Beta vulgaris L.) Sebagai Bahan Tambahan Minuman Splemen. J. Kim. Ris. 5, 113 (2020).
Nasir, M. et al. Analisis Hasil Pewarnaan Telur Cacing Menggunakan Pewarna Alternatif Filtrat Variasi Buah. J. Media Anal. Kesehat. 15, 58–70 (2024).
M. Almanfaluthi, K Effendy, S Yuniarsih, S. W. Menyusun Penelitian Kesehatan dan Kedokteran Seri: Konsep Dasar Penelitian dan Statistik. (2025).
Arwie, D., Islawati & Salnus, S. Identifikasi Telur CacingSTH Dengan Menggunakan Pewarna Alami Ekstrak Antosianin Dari Buah Naga. J. Medisains Kesehat. 5, 25–32 (2024).
Nurhidayanti, Rahmadila, K., Sari, I. & Hartati, D. Perbandingan Kualitas Sediaan Telur Cacing Trichuris trichiura Menggunakan Pewarna Eosin Dan Pewarna Perasan Kulit Buah Manggis. Masker Med. 11, 195–202 (2023).
Dako, D. N. R., Putri, N. E. & Rahmawati, Y. Perbandingan Hasil Pemeriksaan Telur Cacing STH ( Soil Transmitted Helminth ) Menggunakan Rendaman Daun Jati ( Tectona Grandis Lin . F .) Sebagai Pengganti Eosin 2%. J. Kesehat. Tambusai 5, 8816–8823 (2024).
Kusumawati, L. Perbandingan Variasi Konsentrasi Dan Waktu Perendaman Ektrak Batang Pohon Jati Sebagai Pewarna Alternatif Eosin 2% Pada Pemeriksaan Telur Soil Transmitted Helminth. 2022 https://scholar.google.com/scholar?hl=en&as_sdt=0%2C5&q=Perbandingan+Variasi+Konsentrasi+Dan+Waktu+Perendaman+Ektrak+Batang+Pohon+Jati+Sebagai+Pewarna+Alternatif+Eosin+2%25+Pada+Pemeriksaan+Telur+Soil+Transmitted&btnG= (2022).
Husnul, Khatimah, Pratiwi, A.R, H. & Amirullah. Identifikasi Nematoda Usus Golongan STH (Soil Transmitted Helimnth) Menggunakan Ekstrak Daun Jati (Tectona grandis). Bioma J. Biol. Makassar 7, 37–44 (2022).
Oktari, A., Vanawati, N., Handriani, R. & Salsabila, A. A. Penggunaan Tanaman Pacar Air (Impatients Balsamina L) Sebagai Pewarna Alternatif Pada Pemeriksaan Telur Cacing Feses Domba. Pros. Asos. Institusi Pendidik. Tinggi Teknol. Lab. Med. Indones. 1, 51–63 (2022).
Hasanuddin, A. R. P., Aryandi, R., Suswani, A. & Harmawati, A. Optimasi Antosianin Pada Buah Naga Merah ( Hylocereus polyrhizus ) Sebagi Zat Warna Pada Pemeriksaan Soil-Transmitted Helminth. 226–238 (2022).
Silalahi, L. S., Muhammad, Sulhatun, Jalaluddin & Nurlaila, R. Ekstraksi Kulit Buah Bit ( Beta vulgaris L ) Sebagai Zat Pewarna Alami. Chem. Eng. J. Storage 22 (Juni 2022) 102-115 EKSTRAKSI 2, 102–115 (2022).
Sangga, H. & Widyawati, N. Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan Terhadap Sifat Kimia dan Fisik Serbuk Bit Merah (Beta vulgaris L.). J. Teknol. dan Ind. Pertan. Indones. 13, 43–49 (2021).
Fatarani Nadhira, F., Rahmat, M., Sundara Mulia, Y. & Rismiarti, Z. Ekstrak Daun Jati (Tectona Grandis) Sebagai Alternatif Pengganti Eosin Dalam Pemeriksaan Telur Cacing Golongan Soil Transmitted Helminths. J. Kesehat. Siliwangi 4, 165–171 (2023).
Pedro, A. C., Granato, D. & Rosso, N. D. Extraction of anthocyanins and polyphenols from black rice (Oryza sativa L.) by modeling and assessing their reversibility and stability. Food Chem. 191, 12–20 (2016).
Priska, M., Peni, N., Carvallo, L. & Ngapa, Y. D. Investigation of synergistic interaction of sinensetin, eupatorin, and 3′-hydroxy-5,6,7,4′-tetramethoxyflavone in vasodilation efficacy. Hypertens. Res. 47, 3193–3199 (2024).
Marszałek, K., Woźniak, Ł., Kruszewski, B. & Skapska, S. The effect of high pressure techniques on the stability of anthocyanins in fruit and vegetables. Int. J. Mol. Sci. 18, (2017).
Copyright (c) 2025 Yunita Nurmalasari, Ikhsan Mujahid, Dita Pratiwi Kusuma Wardani, M. Luthfi Almanfaluthi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Copyright Notice
Pernyataan Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons CC BY-NC-SA 4.0.
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius sebagai yang pertama kali mempublikasikan dengan lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA-4.0).
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius.
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.
Lisensi :
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius diterbitkan berdasarkan ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA 4.0). Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk :
Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun serta menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan, bahkan untuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.





