Application of Drawing Art Therapy to Manage Auditory Hallucinations in Schizophrenia Patients at Bandar Jaya Lahat Public Health Center
Abstract
Background: Schizophrenia with auditory hallucinations is a mental health problem that can affect patients’ behavior and social functioning. Non-pharmacological interventions such as drawing art therapy are needed as alternative approaches to help patients manage hallucinations. Objective: This study aimed to describe the application of drawing art therapy in managing auditory hallucinations in patients with schizophrenia. Methods: This study used a descriptive design with a case study approach involving two patients. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, and assessment of hallucination characteristics. The study was conducted at Bandar Jaya Lahat Public Health Center from March 31 to April 2, 2024. The intervention was administered for three consecutive days with a duration of approximately 10 minutes per session. Data analysis was performed descriptively by comparing patients’ conditions before and after the intervention. Result: The results showed improvement in patients’ ability to recognize hallucinations, divert attention through drawing, and control their responses. Patients appeared calmer, more cooperative, and more independent. Emotional responses also decreased during the intervention. Conclusion: It is concluded that drawing art therapy can be used as a supportive intervention to manage auditory hallucinations and is recommended for continuous application.
Downloads
References
Pradana, V. W., Dewi, N. R. & Fitri, N. L. Penerapan terapi okupasi menggambar terhadap tanda dan gejala pasien halusinasi pendengaran di ruang Kutilang RSJD Provinsi Lampung. Jurnal Cendikia Muda 3, 149–154 (2023).
Sundari, A. D., Isma, A. N. R. & Ririn. Studi kasus pasien halusinasi pendengaran pada Tn. A dengan skizofrenia di Wisma Abiyasa RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SNPPKM 2021), 336–339 (2021).
Fitri, N. Y. Pengaruh terapi okupasi terhadap gejala halusinasi pendengaran pada pasien halusinasi pendengaran rawat inap di Yayasan Aulia Rahma Kemiling Bandar Lampung. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung 7, 33–40 (2019). https://doi.org/10.47218/jkpbl.v7i1.58
Mustopa, R. F., Minarningtyas, A. & Nurillawaty, A. Pengaruh terapi okupasi aktivitas waktu luang (menyapu, membersihkan tempat tidur, menanam tanaman dan menggambar) terhadap gejala halusinasi pendengaran. Jurnal Gema Keperawatan 14, 40–49 (2021). https://doi.org/10.33992/jgk.v14i1.1580
World Health Organization. World health statistics 2019 (World Health Organization, 2019).
Firmawati, F., Syamsuddin, F. & Botutihe, R. Terapi okupasi menggambar terhadap perubahan tanda dan gejala halusinasi pada pasien dengan gangguan persepsi sensori halusinasi di RSUD Tombulilato. Jurnal Medika Nusantara 1, 15–24 (2023). https://doi.org/10.59680/medika.v1i2.268
Ernida, E., Eliyanti, Y. & Kurnia, A. Pengaruh terapi okupasi aktivitas menggambar terhadap perubahan persepsi sensori pada pasien halusinasi auditorik di RSKJ Soeprapto Bengkulu. INJECTION: Nursing Journal 3, 66–77 (2023).
Candra, I. W., Rikayanti, N. K. & Sudiantara, I. K. Terapi okupasi aktivitas menggambar terhadap perubahan halusinasi pada pasien skizofrenia. Jurnal Gema Keperawatan 7 (2) (2014). https://doi.org/10.33992/jgk.v7i2.1743
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. Profil kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (2021).
Mustafa SR, Wulandari P, Wijayati F. The application of drawing therapy in reducing auditory hallucination symptoms in patients with schizophrenia: A case study. Indonesian Journal of Nursing and Health Care. 2026;3(2):1–6. https://journal.ammardharmafoundation.my.id/index.php/ijnhc/ article/ view/52?
Latowale VSI, Rosita, Pakaya RE. Implementasi terapi okupasi menggambar untuk mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Jurnal Kolaboratif Sains. 2026. https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/ index.php/JKS/article/view/9088?
Chaulian A, Soleman SR, Pujiyanti TA. Penerapan terapi menggambar untuk menurunkan gejala halusinasi pada pasien skizofrenia. Journal of Educational Innovation and Public Health. 2026. https://prin.or.id/index.php/Innovation/article/view/9303?
Sujiah, Warni H, Fikrinas A. The effectiveness of drawing activity occupational therapy against auditory hallucination symptoms. Media Keperawatan Indonesia. 2023. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/ MKI/article/view/11172?
Yusnanda B, Milkhatun, Budiman A, Fitriani DR. Impact of drawing occupational therapy on auditory hallucinations among mental health patients. Jurnal Keperawatan Profesional. 2026. https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/jkp/article/view/15696?
Copyright (c) 2026 Dodi Aflika Farama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright Notice
Pernyataan Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Lisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius dipegang penuh oleh penulisnya di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius sebagai yang pertama kali mempublikasikan denganLisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius.
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.
Lisensi :
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius diterbitkan berdasarkan ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional. Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk :
Pengguna bebas untuk menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apa pun, serta menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan, bahkan untuk kepentingan komersial, dengan syarat mencantumkan kredit yang sesuai kepada penulis atas ciptaan asli, memberikan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika telah dilakukan perubahan. Setiap karya turunan harus didistribusikan di bawah lisensi yang sama dengan lisensi asli, yaitu Lisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-SA 4.0).







