Changes in the Morphological Index of Mycobacterium leprae After 6 Months of Multidrug Therapy in Leprosy Patients
Abstract
Leprosy is a chronic infectious disease caused by Mycobacterium leprae and remains a public health problem in Indonesia. The morphological index (MI), assessed by slit skin smear, describes the proportion of viable-appearing bacilli and is useful for evaluating bacteriological changes during therapy. This study aimed to determine differences in MI between the initial examination and after 6 months of multidrug therapy (MDT) in leprosy patients at Dr. Sitanala General Hospital. This comparative analytical observational study used a retrospective approach and secondary medical record data from patients examined during January–December 2024. A total of 56 multibacillary leprosy patients were selected using total sampling. Normality was assessed using the Kolmogorov–Smirnov test, followed by the Wilcoxon Signed-Rank Test for paired non-normally distributed data. Most patients were adults (>14 years), 52 (92.9%), and male, 39 (69.6%). The mean MI at the initial examination was 0.53%, ranging from 0% to 8%, and decreased to 0% after 6 months of MDT. Forty-seven patients had an initial MI of 0%, while 9 had MI >0%; all 9 decreased to 0%. The Wilcoxon test showed a significant difference (p=0.008). The findings indicate a change in MI after 6 months of MDT, although most patients already had an MI of 0% initially.
Downloads
References
Centers for Disease Control and Prevention. Leprosy (Hansen’s Disease) 2025 Case Definition. Centers for Disease Control and Prevention https://ndc.services.cdc.gov/case-definitions/leprosy-hansens-disease/ (2025).
World Health Organization. Global leprosy (Hansen disease)update, 2023: Elimination of leprosy disease is possible – Time to act! Wkly. Epidemiol. Rec. Relev. épidémiologique Hebd. 99, 501–521 (2024).
Rimbawati, Y. & Wulandari, R. Analisis Faktor Risiko Penularan Pasien Kusta. J. Kesehat. dan Pembang. 15, 224–231 (2025). https://doi.org/10.52047/jkp.v15i1.379
Darmawan, Hari. Rusmawardiana, R. Sumber dan cara penularan Mycobacterium leprae. Tarumanagara Med. J. 2, 186–197 (2020). https://doi.org/10.24912/tmj.v2i2.7860
Kumar, D. P., Uprety, S. & Dogra, S. Clinical Diagnosis of Leprosy. in International textbook of leprosy (American Leprosy Missions, Greenville, 2017). doi:https://doi.org/10.1489/itl.2.1.
Ploemacher, T., Faber, W. R., Menke, H., Rutten, V. & Pieters, T. Reservoirs and transmission routes of leprosy; A systematic review. PLoS Negl. Trop. Dis. 14, 1–27 (2020). http://dx.doi.org/10.1371/ journal.pntd.0008276
Devita, A. Peran Pemeriksaan Laboratorium dalam Penegakan Diagnosis Penyakit Kusta. J. Kedokt. Meditek (2018).
Prakoeswa, F. R. S. Buku Ajar Kusta : Edisi Revisi. (Muhammadiyah University Press, Surakarta, 2022).
Illahi, Arha Addina; Sari, R. A. N. Karakteristik Mikroskopis Sampel Morbus Hansen Pada Kasus Pasien Penderita Kusta. (Muhammadiyah Gresikt University, 2021).
Hutabarat, P B A; Bangun, S R; Napitupulu, D S; Simbolon, P. Analisis Morfologi Mycobacterium leprae dan Pendekatan Daya Kasih Kristus Pada Penderita Mrbus Hansen di Panti Rehabilitasi Kusta Gemakasih Galang Desa Jaharun. Mahesa Malahayati Heal. Student J. 3, 1200–1211 (2023). https://doi.org/10.33024/mahesa.v3i5.10269
Huang, C.-Y., Su, S.-B. & Chen, K.-T. An update of the diagnosis, treatment, and prevention of leprosy: A narrative review. Medicine (Baltimore). 103, e39006 (2024).
Linuwih dkk, S. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Kusta. Kementerian Kesehatan RI (2020).
World Health Organization. Guidelines for the Diagnosis, Treatment and Prevention of Leprosy. (2018).
Kemenkes RI. Pedoman Nasional Program Pengendalian Penyakit Kusta.
Astuti, A. Perbedaan Hasil Indeks Bakteri Mycobacterium Leprae pada Awal Pengobatan Multidrug Therapy dan Setelah 6 Bulan Pengobatan pada Pasien Kusta di Poliklinik RSUP. Dr. SITANALA. (Poltekkes Kemenkes Jakarta 3, 2025).
Fitriawati, D. Gambaran Karakteristik Pasien Kusta Yang Menjalani Pengobatan Berbasis Mdt Di Rawat Jalan RSFatmawati Periode Januari-Desember 2023. J. Farm. Klin. Best Pract. 4, 51–62 (2025). https://doi.org/10.58815/jfklin.v4i1.48
Firda Safira, N., Widodo, A., Anindita Wibowo, D. & Budiastuti, A. Faktor Risiko Penderita Kusta Tipe Multibasiler di RSUD Tugurejo Semarang. Diponegoro Med. J. 9, 201–207 (2020).
Affarah, W. S. Gambaran Epidemiologi Kusta Pada Anak Dan Pelaksanaan Kemoprofilaksis Kusta Di Kota Mataram. Unram Med. J. 10, 413–421 (2021). DOI:10.29303/JKU.V10I2.530
Silvia, I; Parwati, I; Andriyoko, B; Rachmawati, B;Sukartini, N. Proportion of Bacillary and Morphological Indices of Untreated and Treated Suspected Leprosy Slit Skin Smear. Indones. J. Appl.
Copyright (c) 2026 Triana Wulandari , Kristanti Harietrenggi, Husjain Djajaningrat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright Notice
Pernyataan Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Lisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius dipegang penuh oleh penulisnya di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius sebagai yang pertama kali mempublikasikan denganLisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius.
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.
Lisensi :
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius diterbitkan berdasarkan ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional. Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk :
Pengguna bebas untuk menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apa pun, serta menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan, bahkan untuk kepentingan komersial, dengan syarat mencantumkan kredit yang sesuai kepada penulis atas ciptaan asli, memberikan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika telah dilakukan perubahan. Setiap karya turunan harus didistribusikan di bawah lisensi yang sama dengan lisensi asli, yaitu Lisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-SA 4.0).







