Knowledge and Attitudes Related to Health Seeking Behavior of Communities in Developing Countries Towards Tuberculosis (TB) Disease
Abstract
A person with tuberculosis may experience disease severity due to a lack of knowledge about tuberculosis, gender, place of residence, occupation, education level, and age. These factors influence knowledge and attitudes related to health-seeking behavior in communities of developing countries. The aim of this study is to explore knowledge, attitudes, and health-seeking behavior among people in developing countries.Methods: This study used an observational method with a literature review approach. The data sources used in this literature review were the PubMed and Scopus databases. Results: From the literature review, eight articles were identified and analyzed based on inclusion and exclusion criteria. The results showed that factors associated with knowledge and attitudes toward health-seeking behavior among people with tuberculosis in developing countries include lack of knowledge about the disease, gender, place of residence, age, education level, and occupation. Conclusion: Knowledge about tuberculosis significantly influences community attitudes and behavior in seeking appropriate healthcare services. Recommendation Future researchers should expand data coverage and provide education about TB to improve the accuracy and usefulness of the research.
Downloads
Copyright Notice
Pernyataan Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Lisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius dipegang penuh oleh penulisnya di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius sebagai yang pertama kali mempublikasikan denganLisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius.
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.
Lisensi :
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius diterbitkan berdasarkan ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional. Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk :
Pengguna bebas untuk menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apa pun, serta menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan, bahkan untuk kepentingan komersial, dengan syarat mencantumkan kredit yang sesuai kepada penulis atas ciptaan asli, memberikan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika telah dilakukan perubahan. Setiap karya turunan harus didistribusikan di bawah lisensi yang sama dengan lisensi asli, yaitu Lisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-SA 4.0).







