Analysis of Medical Records Personnel Needs Based on Service Workload Using the ABK-Kes Method
Abstract
An imbalance between workload and the number of medical record officers may reduce service quality and increase work-related fatigue, making workload-based staffing analysis essential. This study aimed to analyze the staffing needs of medical record officers based on workload using the Health Workload Analysis Method (ABK-Kes) at Ciptomulyo Public Health Center. A quantitative descriptive design with an observational analytic approach was employed, involving all medical record officers totaling two respondents through total sampling. Data were collected in May 2025 using observation, interviews, and document review, and analyzed using the ABK-Kes method, including calculations of Available Working Time, time norms, Standard Workload, Support Task Factor, and Standard Support Task. The results showed that the workload of medical record officers was relatively high, with an average of 130 patient visits per day, a Support Task Factor of 24%, and a Standard Support Task value of 1.31. The ABK-Kes analysis indicated that the ideal number of medical record officers required was three, revealing a shortage of one officer. In conclusion, additional medical record staff are necessary to balance workload, improve service quality, and reduce the risk of work-related fatigue, and the findings are recommended as a basis for human resource planning at public health centers.
Downloads
References
World Health Organization. Global strategy on human resources for health: Workforce 2030. WHO Press; 2016.
World Health Organization. Workload Indicators of Staffing Need (WISN): user’s manual. World Health Organization; 2016.
Scheffler RM, Campbell J, Cometto G, et al. Forecasting imbalances in the global health labor market and devising policy responses. Hum Resour Health. 2018;16(1):1–13.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes). Jakarta: Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan; 2020.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Rencana Pengembangan Tenaga Kesehatan Tahun 2020–2024. Jakarta: Kemenkes RI; 2020.
Handayani PW, Hidayanto AN, Pinem AA, Hapsari IC. Health information system implementation and workload issues in primary healthcare. Health Policy Technol. 2018;7(4):384–395.
Nuraini N, Rustiyanto E. Analisis kebutuhan tenaga rekam medis berdasarkan beban kerja di puskesmas. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia. 2019;7(2):85–92.
Putri RM, Lestari T, Nugroho E. Analisis beban kerja dan kebutuhan tenaga rekam medis di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2021;16(1):45–52.
Sari DP, Widodo C. Beban kerja petugas rekam medis dan implikasinya terhadap mutu pelayanan kesehatan. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. 2018;1(2):67–74.
Pratama R, Setyawan H. Analisis beban kerja petugas rekam medis menggunakan metode ABK-Kes di rumah sakit daerah. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia. 2020;8(1):23–31.
Lestari Y, Indrawati L. Hubungan beban kerja dengan kinerja petugas rekam medis di puskesmas. Jurnal Kesehatan Sains dan Teknologi. 2022;4(3):201–208.
Rahmawati R, Hatta GR. Workforce planning for medical record officers using workload-based analysis. BMC Health Serv Res. 2021;21(1):1–9.
Wahyuni S, Santoso B. Implementasi analisis beban kerja kesehatan sebagai dasar perencanaan SDM di puskesmas. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia. 2023;12(2):89–97.
Warijan, W., Nugraha, P., & Lestari, E. (2017). Analisis beban kerja dan kebutuhan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 34–41.
Suhenda, A., Sukawan, A., & Muslihah, Y. (2022). Perencanaan kebutuhan tenaga rekam medis dengan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes) di Puskesmas Cihideung Kota Tasikmalaya. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 5(2), 97–105.
Irsani, A., Lestari, T., & Wahyuni, S. (2022). Analisis kebutuhan tenaga rekam medis berdasarkan beban kerja menggunakan metode ABK-Kes. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 10(1), 45–53.
Copyright (c) 2026 Ervina Damayanti, Wisoedhanie Widi Anugrahanti, Bhre Diansyah Dinda Khalifatulloh, Nita Dwi Nur Aini, Moh Maulana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Copyright Notice
Pernyataan Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons CC BY-NC-SA 4.0.
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius sebagai yang pertama kali mempublikasikan dengan lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA-4.0).
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius.
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.
Lisensi :
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius diterbitkan berdasarkan ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA 4.0). Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk :
Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun serta menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan, bahkan untuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.





