Analysis of Crossword Puzzle Therapy to Control Auditory Hallucinations in Sensory Perception Disorder Patients
Abstract
Auditory hallucinations are one of the most common and disruptive symptoms experienced by individuals with schizophrenia, often impairing concentration, emotional regulation, and daily functioning. Non-pharmacological interventions, such as cognitive distraction techniques, are increasingly needed to complement medication in managing these symptoms. This study aimed to analyze the effectiveness of crossword puzzle distraction therapy in improving the ability of patients to control auditory hallucinations. A case study design was used involving one patient diagnosed with schizophrenia who received crossword puzzle therapy for three consecutive days. Data were collected through observation, interviews, and the Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS), and analyzed descriptively to assess changes before and after the intervention. The patient showed a marked reduction in hallucination intensity, improved focus, and increased ability to redirect attention away from hallucinatory voices. AHRS scores decreased significantly from severe to mild levels, accompanied by behavioral improvements such as calmness, cooperation, and self-control. These findings suggest that crossword puzzle distraction therapy can serve as a practical and effective non-pharmacological strategy in psychiatric nursing care. The study recommends the integration of cognitive activity-based distraction techniques into routine nursing interventions for patients experiencing auditory hallucinations.
Downloads
References
World Health Organization. Schizophrenia. (2022). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/schizophrenia
Thomas, N. et al. Auditory hallucinations in schizophrenia: Prevalence and functional impact. Lancet Psychiatry 7, 202–212 (2020). https://www.thelancet.com/journals/lanpsy
World Health Organization. Psychosocial interventions for severe mental disorders. (2019). https://www.who.int/publications/i/item/9789241550064
Kementerian Kesehatan RI. Survei Kesehatan Indonesia 2023. (2023). https://www.kemkes.go.id
Prasetyo, A. et al. Clinical profile of auditory hallucinations among Indonesian psychiatric patients. Asian Journal of Psychiatry 48, 101–108 (2020).https://www.sciencedirect.com/journal/asian-journal-of-psychiatry
Hasan, A. et al. Persistent symptoms in schizophrenia despite medication: A review. Neuroscience & Biobehavioral Reviews 119, 417–428 (2021). https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S014976342030659
Hartono, B. et al. Non-pharmacological interventions for hallucinations in Indonesian psychiatric hospitals. Jurnal Keperawatan Indonesia 13, 55–64 (2021). https://jki.ui.ac.id
Ramadhani, S. & Yamin, A. Cognitive activity therapy and hallucination control: A randomized trial. BMC Psychiatry 21, 556–564 (2021). https://bmcpsychiatry.biomedcentral.com
Wang, J. Cognitive functioning and neural processing in schizophrenia. Neuroscience Review (2019). https://www.sciencedirect.com
Wicaksono, A. Cognitive distraction strategies for auditory hallucinations. Psychiatric Nursing Journal 5, 77–85 (2019). https://journal.psychiatricnursing.org
Fatih, A. et al. Cognitive distraction and relapse prevention in schizophrenia. Clinical Psychiatry Journal 11, 88–96 (2025). https://clinicalpsychiatryjournal.com
Wahyuni, S., Rahman, F., & Utami, N. (2021). Peran lingkungan terapeutik dan dukungan perawat terhadap percepatan pemulihan pasien gangguan jiwa. Jurnal Kesehatan Mental Indonesia, 10(3), 201–210.
Sari D., Hasan M., Putra R. (2021). Hubungan tingkat keparahan gejala dengan keberhasilan terapi distraksi pada pasien gangguan jiwa. Jurnal Keperawatan Mental, 9(1), 50–58.
Putri N., Andriani R., Saputra D. (2020). Pengaruh faktor psikologis terhadap keberhasilan terapi nonfarmakologis pada pasien skizofrenia. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 6(2), 120–128.
Rahmawati L., Yusuf A., Hidayat T. (2022). Hubungan dukungan lingkungan dan hubungan terapeutik dengan proses pemulihan pasien gangguan jiwa. Jurnal Psikiatri Indonesia, 11(2), 89–97.
Copyright (c) 2026 Jihan Nabilah Yusuf, Arief Budiman, Dwi Rahmah Fitriani, Linda Dwi Novial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Copyright Notice
Pernyataan Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons CC BY-NC-SA 4.0.
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius sebagai yang pertama kali mempublikasikan dengan lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA-4.0).
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius.
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.
Lisensi :
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius diterbitkan berdasarkan ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-NC-SA 4.0). Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk :
Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun serta menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan, bahkan untuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.





