Effectiveness of Aerobic Exercise as a Nursing Intervention for Auditory Hallucinations in Patients with Schizophrenia: A Case Study
Abstract
Schizophrenia is a severe mental disorder that may be accompanied by auditory hallucinations, characterized by hearing voices or whispers in the absence of external stimuli. This condition can affect patients’ behavior, emotions, sleep, and social interactions, requiring appropriate nursing interventions. This study aimed to describe the implementation of aerobic exercise activity therapy in patients with schizophrenia experiencing auditory hallucinations at Bandar Jaya Public Health Center, Lahat. A descriptive case study design was used involving two patients with the nursing diagnosis of sensory perception disturbance: auditory hallucinations (D.0085). Data were collected through interviews, observations, physical examinations, and documentation. Aerobic exercise activity therapy was implemented for three consecutive days through therapeutic communication, education, gradual exercise practice, assistance, evaluation, and encouragement to incorporate the activity into the patients’ daily schedules. The results showed improvements in both patients’ ability to participate in activities, engagement, and independence in performing aerobic exercise. On the third day, both patients appeared calmer and more cooperative and reported feeling more relaxed, refreshed, happy, and entertained. Both patients also expressed willingness to incorporate aerobic exercise into their daily activities. Aerobic exercise activity therapy may be used as a complementary nonpharmacological intervention in nursing care for patients with schizophrenia experiencing auditory hallucinations.
Downloads
References
Anggara, M. B., Febria, D. & Safitri, Y. Jurnal Excellent 3, 602–605 (2024).
World Health Organization. Mental disorders. World Health Organization (2022). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-disorders
Fitri. Asuhan Keperawatan Jiwa pada Pasien Halusinasi Pendengaran dengan Penerapan Terapi Senam Aerobic Low Impact di Rumah Sakit Umum Daerah Madani Provinsi Sulawesi Tengah 11, 2 (2019).
Bredin, S. S. D. et al. Effects of aerobic, resistance, and combined exercise training on psychiatric symptom severity and related health measures in adults living with schizophrenia: a systematic review and meta-analysis. Front. Cardiovasc. Med. 8 (2021).
Yuli, R. D. S., Jumaini, J. & Hasneli, Y. Efektifitas senam aerobic low impact terhadap penurunan skor halusinasi. JOM 2, 2015 (2015).
Salama. Penerapan senam aerobik low impact untuk mengontrol halusinasi pada pasien skizofrenia 3, 1 (2016).
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2018).
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2021. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (2021).
Lalla NSN, Yunita W. Penerapan terapi generalis pada pasen skizofrenia dengan masalah keperawatan halusinasi pendengaran. J Ris Rumpun Ilmu Kedokt [Internet]. 2022;1(1):10–9. Available from: https://doi.org/10.55606/jurrike.v1i1.353
Suryani S. A Critical Review of Symptom Management of Auditory Hallucinations in Patient with Schizophrenia. J Keperawatan Padjajaran [Internet]. 2015;3(3):106325. Available from: http://jkp.fkep.unpad.ac.id/index.php/jkp/article/download/116/107
Anjani EN, Reknoningsih W, Soleman SR. Penerapan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Terhadap Penurunan Tingkat Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Skizofernia Di RSJD Dr. RM Soedjarwadi Klaten. J Vent. 2023;1(3):99–107.
Moulisya DG, Firnanda D. Nursing Care in Hallucination Patients. Int J Sci Prof. 2023;2(4):224–7.
Sapitri Y, Aprilla N, Daud S. Penerapan terapi modalitas (terapi senam aerobik) pada ny.r dengan halusinasi pendengaran terhadap frekuensi halusinasi pendengaran di rsj tampan provinsi riau. Excell Heal J. 2024;3(1):604–10.
sari YM, Astuti AP, Susilo T. Perbedaan Sebelum Dan Sesudah Diberikan Terapi Aktivitas Kelompok Olahraga (Senam) Terhadap Penurunan Efek Samping Obat Sedatif Pada Pasien Halusinasi Di Rsj Prof. Dr. Soeroyo Magelang. In: Prosiding Seminar Nasional Unimus. 2014.
Wardani AD, Oktaviana W, Sukandar M. Penerapan senam aerobik low impact untuk mengontrol halusinasi pada pasien skizofrenia. J Kesehat Tambusai. 2025;6(2):5142–9.
Tomasi DL, Gates S, Reyns E. Positive Patient Response to a Structured Exercise Program Delivered in Inpatient Psychiatry. Glob Adv Heal Med [Internet]. 2019;8:2164956119848657. Available from: https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/2164956119848657
Tekin V, Akcay S, Sengul I, Kaya T, Karatepe AG. Non-spesifik kronik bel ağrılı hastalarda aerobik egzersiz programının etkisi. Cukurova Med J [Internet]. 2020;45(4):1372–83. Available from: https://dergipark.org.tr/en/download/article-file/1086342
Copyright (c) 2026 Dodi Aflika Farama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright Notice
Pernyataan Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Lisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius dipegang penuh oleh penulisnya di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius sebagai yang pertama kali mempublikasikan denganLisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius.
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.
Lisensi :
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius diterbitkan berdasarkan ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional. Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk :
Pengguna bebas untuk menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apa pun, serta menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan, bahkan untuk kepentingan komersial, dengan syarat mencantumkan kredit yang sesuai kepada penulis atas ciptaan asli, memberikan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika telah dilakukan perubahan. Setiap karya turunan harus didistribusikan di bawah lisensi yang sama dengan lisensi asli, yaitu Lisensi Creative Commons Atribusi–BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-SA 4.0).







